Sabtu, 03 Mei 2014

Tak Sadar Telah Pulang


Ku lirik jam yang menempel di dinding kantorku. Jam menunjukan pukul 08.00 malam, saatnya untuk pulang dan beristirahat dari pekerjaan yang sangat menyita waktuku ini.
Nada dering ponsel ku berbunyi, ternyata dari mama ku.
"Halo nak? Apa hari ini kamu pulang?"
"Iya, ini sudah di parkiran ma. Hari ini adek pulang ma. Tunggu ya."
"Iya, hati-hati ya nak."
Begitulah percakapan singkatku dengan mama ku.
aku segera menyalakan mobil ku menuju rumah orang tua ku berada. Pasti orang tua ku sudah menungguku di rumah.
Nampaknya malam ini jalanan tak begitu ramai, padahal ini adalah malam minggu. Dalam perjalanan aku memikirkan perkataan atasan ku tadi pagi. "Aku ini kurang apa lagi sebagai karyawan. Loyalitasku sudah besar pada perusahaan ini. Rela berangkat pagi pulang petang. Lalu kenapa? Kenapa atasanku selalu merasa seolah-olah aku kurang loyal dalam memberikan waktuku untuk perusahaan ini? Kenapa tadi pagi aku diomeli karena aku datang agak siang? Bukankah pulangnya sama-sama malam dan lebih dari 8jam." Gumamku dalam hati. "Loyalitas harga mati". Lamunanku buyar ketika hampir saja mobilku ditabrak truk dari depanku.
Sesampainya di rumah. Aku buka pintu garasi mobil di rumah orang tua ku. Nampaknya mobil papa ku tak ada di garasi. Aku masuk dan memanggil-manggil mereka. Mereka tak juga nampak. Lantas pergi kemana mereka? Dengan kebingungan aku segera menghubungi orang tua ku. Sialnya pulsa ku habis. Aku bertanya-tanya dalam hati "Bisa jadi orang tua ku pergi ke rumah nenek ku. Jika mereka tak ada di rumah lantas untuk apa bertanya apakah aku pulang atau tidak?"
Tiba-tiba aku mendengar suara tv. Tapi tv di rumah ku sedang mati. Lalu suara tv siapa itu? aku merasa semakin bingung. Apa yang terjadi pada ku? Aku merasa sendiri. Aneh. Seperti ada yang tinggal di rumah ini tapi aku tak bisa melihat siapa-siapa.
Tiba-tiba aku tersadar. Aku sudah berada di alam yang berbeda.
Ya. Truk tadi benar-benar membawa ku pulang selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar