Bagaimana cara kita menghadapi suatu permasalahan akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita pada masa mendatang.
Saya
memiliki dua orang teman sebut saja si Andi dan si Budi yang saat itu
bekerja disuatu perusahaan yang sedang berkembang. Mereka dijanjikan
gaji yang cukup dari managernya. Sehingga mereka berduapun menyanggupi
dan mau bekerja di perusahaan tersebut.
Satu bulan pun terlewati, tiba saatnya mereka menerima gaji atas kerja mereka selama satu bulan.
Ternyata
gaji yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh
manager perusahaan tersebut, bahkan jauh lebih rendah dari yang
dijanjikan. Mereka hanya menerima 30% dari apa yang sudah dijanjikan
oleh manager perusahaan tersebut.
Mereka berdua
sebenarnya ingin sekali menghadap kepada BMnya dan menanyakan kenapa
gajinya tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh managernya, berhubung
tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa managernya itu pernah menjanjikan
gaji yang lebih tinggi dari yang diterima, maka pertanyaan tersebut
diurungkan.
Setelah kejadian tersebut, mereka berdua
sangat kecewa dengan managernya yang tidak menepati janji dan akhirnya
memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.
Saat
itu si Andi sangat down, ditambah lagi dengan kondisi keuangan yang
minus. "Aku memang bodoh, bisa tertipu, aku malu dengan orang tua ku
yang menyekolahkan ku hingga sarjana namun aku masih belum bisa apa-apa,
menghidupi diri sendiri saja susah, apa lagi membahagiakan mereka,"
gumam Andi dalam hati.Setelah itu Andi memutuskan untuk berdiam diri di
rumah. Kejadian tersebut membuat dia murung dan kehilangan semangat
mencari pekerjaan yang baru hingga kejadian tersebut berlanjut selama
berminggu-minggu. Andi sudah merasa putus asa.
Tidak jauh berbeda dengan Andi, Budi pun kecewa dengan apa
yang sudah dia alami. Namun tindakan mereka berbeda. "Mungkin saja kali
ini memang saya tidak beruntung, pasti ada hikmah dibalik semua ini,
saya harus berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik lagi," gumam Budi
dalam hati. Untuk menghadapi kegalauannya, dengan semangat tak kenal
putus asa Andi membuat sepuluh lamaran pekerjaan kepada sepuluh
perusahaan, dengan persentase tiga penipuan, empat ditolak, dan tiga
interview panggilan kerja. Setidaknya ada harapan satu dari tiga
interview yang diterima.
Memang ada perbedaan yang mencolok dari cerita Andi dan Budi
Andi menunjukan sikap kecewa yang berlebihan, tidak
berusaha mencoba lagi saat gagal, malah fokus meratapi kekecewaannya
dari pada fokus mencari solusi untuk menyelesaikan masalahnya.
Sedangkan Budi menunjukkan sikap yang bertanggung jawab, tidak kenal putus asa, dan fokus pada solusi, bukan fokus pada masalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar