Jam berdentang tiga kali menunjukkan jam tiga pagi.
Sudah hampir delapan jam aku berada di depan monitor laptopku. Mata dan hati kian menyatu. Entah sudah berapa kali aku mengisi ulang gelas dengan kopi hitam pekat untuk menyangga rasa kantuk yang sesekali menyelinap ke dalam tubuhku.
Rasa keingintahuanku membuatku tak gentar untuk berlama-lama di depan laptop.
Masih saja terngiang-ngiang kata-kata kekasihku
"Nama jodoh kita itu sudah tertulis di dalam website pribadi kita masing-masing."
Itulah satu-satunya alasanku untuk tetap bertahan melawan kantuk dan lelah yang mendera. Kembali ku tatap monitor laptopku yang bisa jadi memang sudah jenuh ku tatap untuk yang kesekian kalinya. Dengan setia dan penuh pengertian internet menemaniku dalam pencarian. Memang belum ku temukan. Namun aku masih belum putus asa.
Ya. Sebuah alasan pasti mengapa aku betah berlama-lama bercengkrama dengan laptopku. Bukan karena sedang mencari tahu nama jodohku..
tapi nama jodohmu.
"Sayang, aku belum tidur hingga detik ini. Kamu tahu untuk apa? untuk mencari tahu nama jodohmu dalam website pribadimu. Pernahkah terbayang olehmu apa yang akan aku lakukan jika nama yang tertera dalam website pribadimu itu bukan namaku?"
Sebelum matahari terbit, tiba-tiba ada sosok yang hangat dan menenangkan saat aku masih setia berada di depan layar laptopku.
Ya. Dia adalah kekasihku.
Kekasihku menjawab secara langsung pertanyaan yang aku kirim lewat pesan "Sayang, kamu seharusnya tidur, bukan begadang mencari sebuah nama yang memang tak pernah ada dalam website, karena aku tak pernah memiliki website pribadi, yang aku miliki dalam hidupku hanya kamu. Kamu mencari tahu siapa nama jodohku? jodohku tertera dalam buku nikah, maka dari itu maukah kamu menikah denganku?"
#####
Tidak ada komentar:
Posting Komentar