Minggu, 15 Maret 2026

S F H

Sejak awal, aku tahu… aku tidak akan pernah bisa memilikimu sepenuhnya.

Namun, wanita gila dalam diriku tak pernah mampu melepasmu.

Wanita gila ini melihatmu sebagai sosok dewasa, kuat, bisa diandalkan, penuh perhatian, pengertian, dan kasih sayang—meski kata-katamu terkadang berkata lain, tapi tindakan mu mengatakan semuanya.

Namun setelah semua ini… aku sadar.
Kamu adalah seseorang yang selalu bertahan sendirian, tanpa pernah benar-benar ada yang datang menyelamatkanmu.

Kamu terlihat begitu kuat, bukan karena ingin menjadi kuat, tapi karena hidup tidak pernah memberimu pilihan selain itu.
Bahkan ketika aku rapuh, hampir runtuh… kamu tetap berdiri di sana untukku.
Dan aku baru menyadari betapa egoisnya aku.

Kamu tumbuh terlalu cepat, menelan segalanya sendiri, terlalu jarang ada yang bertanya, “Apakah kamu baik-baik saja?”
Semua orang hanya melihat kekuatanmu… tapi tak pernah benar-benar melihat lelahmu.
Sekali lagi, aku sadar… betapa egoisnya aku.

Mungkin aku terbiasa hidup dengan sandaran.
Ketika sandaran itu hilang, duniaku runtuh.
Sedangkan kamu… kamu tumbuh tanpa sandaran apa pun.
Berdiri sendiri, berjalan sendiri, memikul beban yang bahkan mungkin tak pernah kamu pilih.

Akan sangat egois jika aku menambahkan diriku ke dalam bebanmu.
Karena aku tahu… jika suatu hari kamu jatuh, tak akan ada tangan yang siap menangkapmu.

Aku pernah bercerita tentang dua kepribadianku—satu gila, satu dewasa.
Namun di saat-saat sulit ini, kepribadian gilaku lah yang menyelamatkanku.
Yang ambisius, yang tak kenal menyerah… yang masih memberi harapan, meski hanya sebatas bayangan, bahwa kamu bisa kembali seperti dulu, yang membuatku kuat untuk melakukan apapun.

Kamu memberiku cara untuk sembuh…
Namun yang kutemukan bukanlah cara untuk sembuh sepenuhnya.
Itu adalah cara untuk berdamai dengan luka.
Cara untuk tetap hidup, meski dengan luka yang aku kira tak ada yang sanggup menahannya.
Atau mungkin… hanya aku yang terlalu lemah.

Dan apapun itu… kepribadianku yang gila tidak akan pernah memadamkan harapan bahwa kamu akan kembali menjadi yang dulu…
dan kembali memelukku.

Aku tahu, setelah semua ini, kamu akan bisa lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih mampu diandalkan…

Aku percaya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar